Rabu, 01 Februari 2012

Bosan jadi arsitek?


Anda ARSITEK???Ataukah DRAFTER???Bosan Menjadi ARSITEK karena "Bekerja" sebagai DRAFTER??
Banyak orang Awam melihat profesi ARSITEK sangat Menjanjikan untuk Penghidupan yang layak, tetapi bagaimana kalau si Arsitek hanya "bekerja" sebagai DRAFTER??apakah masih Layak??
Pertanyaan ini sering kali muncul dibenak kita yang bekerja sebagai Drafter...Baiklah, kita akan bahas beberapa alasan mengapa pertanyaan itu seringkali muncul.

Bekerja menjadi DRAFTER TIDAK MENJANJIKAN seseorang hidup yang layak!!
MENGAPA ???
Beberapa Pimpinan (Manager) beranggapan bahwa pekerja drafter tidak ubahnya seperti tukang / buruh yang bisa dibayar murah dan mudah dicari penggantinya.

Fakta perbandingan drafter dan tukang. 
Pekerjaan drafter banyak mengandalkan pada Otak, 
sedang Pekerjaan tukang banyak yang mengandalkan Otot. 
Seorang drafter umumnya punya pendidikan yang tinggi, 
sedang seorang tukang kebanyakan lulusan SD. 
Drafter terus update mengikuti perkembangan ilmu komputer, 
sedang tukang bisa dikatakan tidak mengenal komputer sama sekali. 

Dengan upah yang relatif kecil dan kerja yang tidak proporsional, membuat banyak yang enggan menjadi Drafter, kecuali kondisinya memang terpaksa sekali. Artinya kerja menjadi Drafter cuma sebagai batu loncatan untuk menuju pekerjaan berikutnya yang lebih baik. Dari 10 orang lulusan (D3/S1), ternyata hanya 1-2 orang saja yang terpaksa memilih menjadi drafter

Pimpinan (Manager) tidak menyukai Drafter STM, karena kurang pandai dalam membuat gambar. Artinya bila STM umumnya kurang bisa membuat gambar desain atau gambar detail.

Drafter STM senang menjadi operator komputer, yang bekerja menyalin dari gambar kertas (hardcopy) menjadi gambar CAD (softcopy). Padahal pekerjaan menyalin gambar cuma 5%, Sedangkan yang 95% adalah pekerjaan membuat gambar desain atau gambar detail.

Beberapa alasan Drafter D3/S1 lebih disukai dibanding Drafter STM :
- Mempunyai intelektual yang lebih tinggi 
- Basic dasar keilmuannnya lebih tinggi (Mampu mendesain gambar dan Menghitung RAB) 
- Bisa membuat gambar lebih baik 
- Rata-rata bisa berbahasa inggris 

Pimpinan (Manager) lebih menyukai Drafter (D3/S1), bahkan kebayakan Pimpinan Perusahaan memanfaatkan beberapa potensi drafter-drafter yang punya Background Arsitektur/Sipil untuk diberikan kesempatan bekerja pada perusahaannya dengan dalih "Magang" pada perusahaan. padahal sudah menjadi "Rahasia Umum" bahwa perusahaan akan mendapatkan tenaga kerja dengan kualitas bagus, tetapi dapat dibayar dengan upah tukang yang kebanyakan lulusan SD/SMP.
Ini demi keuntungan Pimpinan (Manager) agar bisa menjadi lebih Maximal, dengan salah satu cara memperbudak Drafter.





0 komentar:

Posting Komentar